Minggu, 10 Juli 2011

Yang Tidak Akan Hilang



Roma 8:35
"Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 77; Roma 5; Ulangan 1-2

Ketika kita menyatakan rasa syukur kepada Tuhan, biasanya dengan mudah kita akan bersyukur atas berkat materi dan hidup yang indah, meskipun semuanya itu akan mudah hilang. Tubuh yang sehat memang adalah berkat yang luar biasa, tapi tahukah kamu bahwa itu semua bisa lenyap suatu hari.

Di tengah kebahagiaan dan kehangatan sebuah keluarga atau persahabatan yang indah, kematian bisa menerobos masuk tanpa dapat kita perkirakan sebelumnya. Hari ini mungkin kita mampu bersyukur oleh karena kita mempunyai sesuatu untuk dikerjakan, tetapi esok hari kita bisa kehilangan pekerjaan. Meja makan kita mungkin penuh dengan makanan hari ini, tetapi mungkin besok kita menemukan meja makan kita kosong dan kita bertanya-tanya, "apa yang harus saya makan?."

Masalahnya Adalah Dosa



  Bacalah : Nehemia 1


Quote:
1:1. Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan,
1:2 datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.

Pengampunan yang Melimpah

Mazmur 32:1
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 3; Matius 3; 1 Raja-Raja 19-20

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sensitif di abad ke delapan belas yang bergabung dalam ketentaraan Inggris. Ia terlihat begitu semangat ketika menjalani latihan pertama kali. Setiap instruksi pelatih, ia lakukan dengan penuh semangat. Hingga tibalah waktu latihan dengan menggunakan senjata api.

Orang yang Tak Pernah Keliru

Pengkhotbah 9:18
“Hikmat lebih baik daripada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 5; Matius 5; 2 Tawarikh 20-21

Suatu kali seorang teman saya pernah mengingatkan saya tentang kekeliruan. Menurut dia, saat ini banyak orang yang kebablasan menanggapi kekeliruan. Kekeliruan dianggap sebuah hal yang biasa dilakukan oleh semua manusia dan itu sah-sah saja bila terjadi dalam kehidupan mereka. Padahal seorang manusia sebenarnya bisa saja tidak pernah melakukan kekeliruan sedikit pun sepanjang hidupnya.

Tiga Kata Ajaib

Efesus 4:29
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 2; Matius 2; 1 Raja-Raja 17-18

Seorang dosen beragama Kristen di kampus saya pernah memberikan wejangan kepada kami, para mahasiswanya, sebelum memberikan mata kuliah. Beliau mengatakan, bahwa ada tiga kata ajaib yang harus diingat oleh setiap kami sebagai bagian dari kelompok masyarakat, yakni tolong, maaf, dan terima kasih. Menurutnya, meskipun pendek, ketiga kata itu sangatlah bermanfaat saat kami menjalin relasi dengan orang lain.

Jadilah Bijak

Yeremia 2:30
“Sia-sia Aku telah memukuli anak-anakmu, hajaran tidaklah mereka terima”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 7; Matius 7; 2 Raja-Raja 3-4

Bangsa Israel berkali-kali mengabaikan didikan Allah (Yeremia 2:30). Tuhan merasa sedih karena bangsa Israel tidak mau mengakui kesalahan dan mengubah cara hidup mereka.

Saya pernah bertemu dengan para orangtua yang patah hati melihat perilaku anak-anak mereka. Karena itu, sungguh melegakan ketika mendengar seorang pendeta muda yang pada upacara pemakaman ayahnya mengungkapkan ucapan syukur dan hormat atas koreksi-koreksi kesalahan yang pernah dilakukan orangtuanya.

Tangan Terbuka VS Tangan Tergenggam

Lukas 12:34
“Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 10; Matius 10; Obaja 1

Film buatan Inggris berjudul Millions (Jutaan) mengisahkan secara menarik mengenai dua orang kakak beradik yang menemukan sekantong penuh uang, yang tidak jelas siapa pemiliknya. Si bungsu ingin menggunakannya untuk menolong orang miskin, sementara si sulung melihat uang itu sebagai jalan menuju popularitas dan hidup yang enak. Film itu membandingkan secara kontras kebebasan dari roh yang murah hati dengan kefrustasian dari tangan yang menggegam.

Seorang pendeta yang berkhotbah di sebuah ibadah dimana saya pernah ikuti berkata, “kejatuhan manusia ke dalam dosa telah membuat tangan kita menggegam kuat.” Ajaran Yesus tentang iman dan kemurahan hati menuntun kita untuk membuka tangan. Dia berkata, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! ... Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada!” (Lukas 12:32-34).

Kata-kata Tuhan mungkin terdengar begitu radikal, sehingga sulit bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara mempraktikkannya. Namun, jika kita benar-benar mencari tuntunan-Nya, Dia akan menuntun setiap langkah kita dan menjaga hati kita dari kekhawatiran.

Ada lebih banyak kuasa di dalam tangan yang terbuka daripada tangan yang tergenggam.

Adsense Menu